Jepang belum sepenuhnya terbuka untuk dunia, tapi negara itu terus melonggarkan pembatasan Covid-19 mereka yang ketat dalam beberapa bulan terakhir.

Pada Jumat, 20 Mei 2022, pemerintah Jepang akan menggandakan batas kedatangan luar negeri menjadi 20.000 orang per hari mulai Rabu, 1 Juni mendatang.

Namun, langkah tersebut tidak termasuk mengizinkan pariwisata umum.

Bersamaan dengan kenaikan kapasitas itu, Jepang akan melonggarkan pengujian kedatangan Covid-19 dan aturan karantina dengan membagi negara dan wilayah menjadi tiga kelompok tergantung pada situasi virus Covid-19 di negara asal.

Di bawah sistem pengelompokan baru, pelancong internasional dari grup dengan tingkat infeksi terendah akan dibebaskan dari persyaratan untuk melakukan tes pada saat kedatangan dan karantina di rumah.

Pelancong dari kelompok negara infeksi rendah tidak akan memerlukan tes kedatangan dan karantina jika mereka telah divaksinasi tiga kali dengan vaksin Covid-19 yang disetujui pemerintah Jepang.

Sedangkan kedatangan yang berasal dari daerah dengan tingkat infeksi Covid-19 tertinggi masih harus melalui prosedur yang berlaku saat ini, termasuk tes PCR pada saat kedatangan dan isolasi.

Destinasi mana dalam setiap kategori belum diumumkan, tetapi Kementerian Luar Negeri (MOFA) telah menambahkan lebih banyak informasi ke situs webnya tentang rencana tersebut.

Ketiga kategori tersebut akan diberi nama Hijau, Kuning dan Merah, sesuai urutan peningkatan laju infeksi Covid-19.

Rincian rencana tersebut diharapkan akan dirilis pekan depan.

Di sisi lain, Jepang juga telah mengumumkan rencana kembali membuka wilayahnya untuk wisatawan asing.

Tapi rencana itu akan dilakukan bertahap, dimulai dari menerima grup kecil dari empat negara yang telah ditentukan secara uji coba.

TIMEOUT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.