Kaviar jenis makanan bersumber dari telur ikan.

Makanan ini tergolong mewah, karena harganya yang mahal, tak semua orang bisa membelinya.

Mengutip Simply Healthy Family, sejak peradaban Yunani dan Romawi Kuno kaviar sudah dianggap makanan mewah.

Kaviar telur ikan segar maupun yang diawetkan atau diasinkan.

Kaviar bersumber dari ikan sturgeon seperti beluga dan sevruga yang biasanya hidup di Laut Kaspia.

Mengutip laman Institut Pertanian Bogor (IPB), telur ikan secara umum termasuk kaviar mengandung gizi yang cukup lengkap selain karbohidrat.

Kaviar mengandung protein 25 persen hingga 35 persen dibandingkan lemak yang hanya 12 persen hingga 25 persen.

Kandungan itu asam lemak jenuh tak ganda.

Kaviar juga mengandung vitamin A, B6, B12, D, E, dan K serta mineral, yaitu zinc, zat besi, yodium, kalsium, magnesium, fosfor dan selenium.

Menurut artikel yang ditinjau ahli diet dan nutrisi Sade Meeks dalam Healthline, kaviar yang juga mengandung asam lemak omega 3 berupa eicosapentaenoic acid (EPA) dan docosahexaenoic acid (DHA) bermanfaat kesehatan.

1.

Kesehatan kulit Healthline dan Cleveland Clinic, kandungan lemak omega-3, i jika DHA dari ekstrak kaviar merangsang adiposit untuk menghasilkan adiponektin.

Adiponekti molekul yang meningkatkan proses penyembuhan luka, antiinflamasi kulit, meningkatkan sintesis kolagen, dan mencegah kerusakan serat kolagen.

Kandungan vitamin A dan vitamin E mengurangi dermatitis, kulit kasar dan bersisik.

2.

Imunitas Kaviar yang mengandung vitamin A dan E menjadi dorongan imunitas tubuh.

Selain vitamin, kandungan omega-3 berguna untuk fungsi usus, paru-paru dan kulit yang menghalangi masuknya bakteri.

Sifat antiinflamasi omega-3 juga dapat memperbaiki sel darah putih yang rusak.

Fungsi darah putih sebagai sel kekebalan melindungi diri dari penyakit.

3.

Kesehatan otak Omega-3 bermanfaat untuk membran sel otak mencegah peradangan.

Jika terjadi peradangan sel otak.

Omega-3 juga baik untuk ketahanan memori otak.

4.

Kesehatan jantung Omega-3 dalam kaviar bermanfaat mencegah risiko penyakit jantung.

Omega-3 berguuna mengurangi risiko penyempitan pembuluh darah.

Omega-3 juga menurunkan kadar trigliserida dan meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) mencegah trombosit menggumpal mengurangi risiko stroke.

TATA FERLIANA Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.