Tak banyak yang memperhatikan sirkulasi darah, tapi faktanya, itu adalah salah satu bagian penting dari kesehatan.

Ketika aliran darah dibatasi atau tersumbat di bagian tubuh mana pun, itu bisa menyebabkan masalah di area lain.

Mempertahankan sirkulasi darah yang baik mungkin bukan prioritas utama Anda, tetapi kenyataannya, itu adalah salah satu hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk kesehatan secara keseluruhan.

JanetColeman, pakar diet terdaftar pendiri TheConsumerMag mencontohkan, sirkulasi yang buruk di kaki bisa menyebabkan varises dan borok di kaki.

“Sirkulasi yang buruk di lengan bisa menyulitkan menggunakan tangan.

Sirkulasi yang buruk di otak dapat menyebabkan stroke,” kata doa.

Untungnya, sirkulasi darah bisa menjadi lebih baik dengan diet yang tepat.

Menurut Nataly Komova, pakar diet dan ahli kebugaran di JustCBD, banyak mengonsumsi makanan yang tinggi natrium, lemak jenuh, dan tambahan gula dapat menyebabkan penumpukan plak atau penyempitan pembuluh darah akibat peningkatan kadar kolesterol.

Jadi, sebagai aturan umum, lebih baik memilih makanan utuh daripada makanan olahan.

Berdasarkan hal itu, inilah makanan yang dapat menghambat sirkulasi darah yang sehat.

1.

Makanan yang digoreng Lemak trans dikenal sebagai jenis lemak makanan yang paling buruk untuk kesehatan.

Penelitian telah menghubungkan konsumsi lemak ini dengan kolesterol jahat atau LDL yang lebih tinggi dan kolesterol HDL (baik) yang lebih rendah, peradangan kronis, penyakit jantung, kanker, dan diabetes.

Food and Drug Administration (FDA) melarang lemak ini pada 2018, tapi beberapa makanan masih mengandung lemak trans akibat dari metode memasak.

Misalnya, menggoreng dengan suhu yang terlalu panas dan minyak goreng bekas menyebabkan peningkatan lemak trans.

“Makan makanan tinggi lemak trans dan lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat, yang kemudian menyebabkan akumulasi dan pengendapan lemak pada pembuluh darah, mengganggu kelancaran sirkulasi darah,” jelas Komova.

2.

Kue kering kemasan Lebih baik memanggang kue, muffin, dan kue sendiri di rumah daripada membeli yang sudah dikemas di toko.

Versi buatan sendiri tidak hanya lebih sedikit bahan pengawet, tetapi juga dapat lebih mengontrol berapa banyak gula dan lemak yang ditambahkan.

“Makanan ultra-olahan yang tinggi gula meningkatkan kadar trigliserida,” kata Dana Ellis Hunnes, ahli diet klinis senior di pusat medis UCLA dan penulis Recipe For Survival.

3.

Daging asap Daging asap atau bacon mengandung sodium, dua iris saja mengandung 420 miligram.

Selain itu, makanan ini mengandung lemak jenuh yang tinggi, yang meningkatkan kadar kolesterol LDL yang dapat menyebabkan aterosklerosis dan menyumbat pembuluh darah.

Seperti banyak jenis daging olahan lainnya (termasuk hot dog dan daging deli), banyak bacon mengandung nitrat yang tinggi, sejenis pengawet kimia yang dapat meningkatkan risiko aterosklerosis.

4.

Snack asin kemasan Sebelum Anda meraih sekantong keripik, popcorn pretzel, atau puff keju, pertimbangkan ini: jenis camilan olahan ini sering menawarkan garam dan lemak jenuh ganda, yang merupakan berita buruk bagi aliran darah Anda.

“Makanan asin dapat meningkatkan tekanan darah dan membuat kita berpotensi lebih rentan terhadap infark miokard atau stroke, yang keduanya tidak baik untuk sirkulasi,” jelas Hunnes.

5.

Piza Pizza dapat menjadi makanan yang enak dan nyaman, tetapi tentu saja tidak membantu sirkulasi darah.

Satu irisan dapat mengandung 600 hingga 1.500 miligram natrium, setengah atau lebih dari batas harian yang direkomendasikan yaitu 2.300 miligram.

Selain tinggi natrium, keju pada piza juga tinggi lemak jenuh, yang dapat mengganggu aliran darah dan berkontribusi pada akumulasi plak di arteri.

Tambahan topping daging yang diawetkan seperti pepperoni, sosis, atau prosciutto ini menambah garam dam lemak jenuh.

EATTHIS.COM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.