Bawang putih yang biasanya digunakan sebagai bahan masakan diyakini baik untuk kesehatan rambut.

Benarkah begitu? Bawang putih, mengutip dari Healthline, kaya vitamin dan mineral, seperti vitamin B6 dan C, serta mangan dan selenium, yang bisa meningkatkan kesehatan rambut.

Sifat antimikroba dan antijamurnya juga berkontribusi membunuh bakteri dan melawan kuman, serta menjaga kulit kepala tetap sehat.

Sebuah studi pada 2016 menemukan, bawang putih melindungi keratinosit dari kerusakan UV dan menunjukkan potensi sebagai bahan antipenuaan.

Keratinosit merupakan sel kulit yang memproduksi keratin dan berada di lapisan luar kulit, termasuk di kulit kepala dan di folikel rambut.

Sementara sebuah studi pada 2007 menemukan bukti anekdotal.

Peserta dengan alopecia areata yang mengoleskan gel bawang putih ke bintik-bintik botak di kulit kepala mungkin telah meningkatkan pertumbuhan rambut mereka.

Meskipun penelitian ini menjanjikan, diperlukan lebih banyak bukti ilmiah untuk memverifikasi manfaat bawang putih untuk rambut.

Cara menggunakan bawang putih pada rambut Dilansir dari Byrdie, ahli trikologi di New York, Amerika Serikat, Bridgette Hill, merekomendasikan bawang putih sebagai perawatan kulit kepala sebelum keramas daripada sebagai perawatan serat rambut.

Caranya dengan mengoleskan minyak bawang putih ke kulit kepala.

Lalu, pijat kepala yang sudah dibaluri minyak.

Biarkan meresap setidaknya selama 20 hingga 35 menit, dan ikuti dengan sampo dan kondisioner.

Supaya tekstur rambut lebih halus, mungkin diperlukan dua sampo untuk memastikan minyak telah benar-benar hilang dari kulit kepala.

Sebagai perawatan kepala, cara ini bisa digunakan dua kali dalam seminggu.

Meski bermanfaat bagi rambut, ada risiko yang perlu dipertimbangkan saat menggunakan bawang putih pada rambut atau bagian tubuh lainnya.

Ini berlaku terutama bagi orang dengan kulit sensitif.

Bawang putih bisa menyebabkan luka bakar bila dioleskan ke kulit.

Risiko ini tidak terbatas pada bawang putih mentah.

Produk mengandung bawang putih, seperti minyak esensial juga bisa mengiritasi kulit dan mata.

AMELIA RAHIMA SARI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.