Bern -Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan keluarga masih merasakan duka yang mendalam atas tragedi yang menimpa putra sulungnya, Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril saat berenang di Sungai Aare, Bern.

Anak Ridwan Kamil ini diduga mengalami kram saat berenang di Sungai Aare, Bern, Swiss yang berarus deras, sehingga terseret arus dan tak dapat menyelamatkan diri.

Kram otot saat berenang, terutama kram kaki, sangat umum terjadi pada perenang.

Kram kaki saat berenang merupakan kejang otot yang pendek dan tajam di telapak kaki.

Dikutip dari Swim England Masters, kram terjadi ketika otot lelah dan terlalu banyak digunakan, saat perenang mengalami dehidrasi dan kekurangan elektrolit atau jika otot tegang dari sesi sebelumnya.

Dehidrasi dan kondisi otot yang salah dianggap menjadi alasan utama mengapa perenang bisa mengalami kram.

Perenang bisa mengalami kram karena kurang minum air putih, sedangkan cairan tubuh terlalu banyak keluar karena berolahraga.

Selain karena dehidrasi, memforsir otot secara terus menerus juga bisa menyebabkan kram.

Alasannya karena otot tidak diberikan waktu untuk beristirahat.

Untuk detilnya, berikut ini penyebab kram kaki saat berenang yang dikutip dari berbagai sumber: 1.

Kurang pemanasan Salah satu penyebab kaki kram yang paling umum ialah kurang pemanasan.

Tak hanya berenang saja, hampir semua jenis olahraga yang dilakukan tanpa atau kurang pemanasan akan mengakibatkan kram pada kaki.

Ketika Anda berenang, otot-otot kaki membentuk garis kaku dari betis hingga jari-jari Anda untuk memaksimalkan pergerakan kaki dan mendapat kecepatan.

Akan tetapi, jika Anda tidak melakukan pemanasan, kekakuan tersebut dapat berubah menjadi kram karna otot kaki kurang lentur.

Biasanya, jika melakukan pemanasan terlebih dahulu, maka otot akan menjadi lentur sehingga akan lebih kuat ketika melakukan gerakan yang keras menghentak, seperti berenang.

2.

Kekurangan Elektrolit Dilansir dari Medline Plus, elektrolit adalah mineral yang ada di dalam tubuh yang berguna untuk mendukung seluruh sistem tubuh, seperti aktivitas otak, otot dan saraf.

Senyawa ini dapat ditemukan pada darah, urine, jaringan, dan cairan tubuh lainnya.

Apabila elektrolit di dalam tubuh tidak seimbang, maka dapat menyebabkan kram otot, terutama pada bagian kaki.

Pada saat Anda berolahraga, tubuh mengeluarkan keringat.

Cairan ini tentu harus diisi ulang agar elektrolit di dalam tubuh tetap seimbang.

Bila Anda kurang minum saat berolahraga, seperti saat berenang, tubuh Anda akan kekurangan elektrolit dan kaki Anda berisiko kram.

RINDI ARISKABaca : Sungai Volga, Sungai yang Terpanjang di Dunia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.