Banjir rob diprediksi kembali terjadi pada 13-16 Juni 2022 di sepanjang pantai utara atau pantura Pulau Jawa.

Menurut Kepala Lembaga Riset Kebencanaan Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung atau ITB, Heri Andreas, kondisi pasang air laut diprediksi akan cukup tinggi.

“Kondisi pekan depan diprediksikan tertinggi di tahun ini,” katanya, Ahad, 12 Juni 2022.

Menurut Heri, tanda-tanda kedatangan banjir rob berupa genangan sudah mulai muncul sejak Sabtu, 11 Juni 2022.

Lewat foto dan video, warga pesisir dari beberapa lokasi melaporkan genangan air laut di daerah Dadap, Kabupaten Tangerang, Pantai Pondok Bali, Kabupaten Subang, dan Cirebon.

“Ini belum puncaknya pada 14-15 Juni, berarti topografi tanahnya sudah lebih rendah,” ujarnya.

Tim kajian yang di antaranya berasal dari Lembaga Riset Kebencanaan Ikatan Alumni ITB, Naraloka, Wanadri, Koalisi Peduli Lingkungan Jawa Tengah, Pusat Penelitian Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim Institut Teknologi Sepuluh Nopember, serta Lab Geodesi ITB, menggunakan data model pasang surut sekitar pantura Jawa.

Berdasarkan data model maksimum pasang harian, pasang maksimum tertinggi pada kurun 13-16 dengan waktu puncak 14-15 Juni 2022.

Dengan kondisi penurunan tanah dan kenaikan permukaan air laut serta kondisi pasang tertinggi, ditambah dengan kondisi gelombang tinggi, kata Heri, maka diprediksi akan terjadi banjir rob yang signifikan di pantura.

“Hal yang paling ditakutkan adalah terjadinya kembali tanggul yang jebol, sehingga kejadian banjir rob 23 Mei 2022 akan terulang dan bahkan lebih buruk,” ujarnya.

Menurut Heri, banjir rob kemungkinan besar akan terjadi mulai dari pesisir Tanggerang, pesisir Jakarta seperti Kamal Muara, Tanjungan, Muara Angke, Muara Baru, Sunda Kelapa, Ancol dan Marunda.

Kemudian pesisir Muara Gembong, Pondok Bali Pamanukan, Pesisir Indramayu, Cirebon, sebagian pesisir Tegal dan Brebes, sebagian besar pesisir Pekalongan, seperti wilayah Pasirsari, Tirto, Kandang Panjang, Panjang Wetan dan Panjang Baru.

Selain itu potensi banjir rob pada sebagian besar pesisir Semarang seperti wilayah Bandarharjo, Tambaklorok, Tambakrejo, Kemijen dan Gayamsari, sebagian besar pesisir Demak yang meliputi wilayah Sayung, Karang Tengah, Bonang dan Wedung, sebagian dari pesisir Rembang, Gresik, Surabaya hingga Probolinggo.

Di Jakarta antara 13-16 Juni diprediksikan pasang akan lebih tinggi dari 1,2 meter dari rata-rata permukaan laut atau Mean Sea Level (MSL).

Selain itu ada potensi gelombang yang dapat mencapai ketinggian 0,9 meter.

Kondisi pasang itu menurut tim akan berpotensi menyebabkan banjir rob di sore hingga malam hari, terlebih jika disertai gelombang tinggi.

Di Pekalongan, Semarang, dan Demak pada kurun 13-16 Juni diprediksikan pasang akan lebih tinggi dari 1,1 meter dari MSL.

Potensi gelombang air lautnya dapat mencapai ketinggian 1,1 meter.

Kondisi pasang itu akan berpotensi menyebabkan banjir rob di pagi hari dan malam hari, terlebih jika disertai gelombang tinggi.

Tim akan mengerahkan anggotanya untuk memantau rob sekaligus mendokumentasikannya dengan video di beberapa lokasi.

Waktunya antara 13-16 Juni di Tangerang, Jakarta, Muara Gembong, Pondok Bali, Cirebon, Pekalongan, Semarang, hingga Probolinggo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.