TikTok memperbanyak fitur untuk para pengguna agar bisa mengatur waktu dan periode penggunaan aplikasi tersebut.

Tidak bisa dipungkiri, aplikasi yang pada awal 2022 memiliki 755 juta pengguna di seluruh dunia itu kerap menjadi candu bagi penggunanya untuk bisa berjam-jam menghabiskan waktu melihat konten dari para kreator konten.

“Kami berharap fitur kesejahteraan digital baru ini dapat terus mendukung komunitas kami dalam membina hubungan positif dengan TikTok,” ujar TikTok membahas fitur pengaturan penggunaan dikutip dari XDA Developers, Minggu, 12 Juni 2022.

TikTok mengatakan akan terus berinvestasi dalam melindungi kesejahteraan orang-orang sehingga mereka dapat merasa mengendalikan pengalaman TikTok mereka.

Dalam beberapa minggu mendatang fitur-fitur mungkin akan hadir sehingga pengaturan waktu pengguna bisa digunakan.

Fitur pertama, TikTok akan memungkinkan pengguna untuk mengatur pengingat istirahat selama satu sesi menonton.

Pengguna bisa menentukan waktu yang mereka rasa cukup dan setelah batas waktu tercapai pengguna akan menerima sejenis pengingat untuk mengambil waktu istirahat.

Pengingat itu hanya akan muncul ketika waktu video sudah selesai ditonton dan tidak akan menganggu pengalaman menonton.

Fitur kedua merupakan fitur pemantauan sehingga pengguna bisa mengetahui waktu yang dihabiskan selama menggunakan aplikasi TikTok.

Nantinya fitur pemantauan ini akan berupa tampilan “dashboard” dengan beberapa data yang disertakan di antaranya termasuk ringkasan waktu harian yang dihabiskan di aplikasi, berapa kali aplikasi dibuka, dan laporan penggunaan untuk siang dan malam.

Jika Anda ternyata jarang membuka fitur pemantauan ini namun ingin mengetahui kebiasaan Anda, maka TikTok memungkinkan anda untuk memasang pengingat mingguan sehingga anda bisa meninjaunya.

Fitur unik yang nantinya juga akan muncul adalah pengingat bagi komunitas usia 13-17 tahun, pengingat itu akan muncul apabila pengguna telah membuka aplikasi TikTok lebih dari 100 menit dalam satu hari.

TikTok juga menawarkan panduan baru bagi mereka yang penasaran dan ingin informasi lebih lanjut tentang merawat kesejahteraan digital.

ANTARA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.